Yang Terkenang di Serie A Era 90an

Advertisement
FASTER86.COM Era 90an adalah era dimana sepakbola dunia mulai beralih dari olahraga ke bisnis, dan Liga Italia saat itu menjadi Liga terbaik di dunia, dengan taburan bintang bintang top dunia. Hampir semua pemain ada di Liga yang saat itu menjadi liga terbaik di dunia. Selain itu, Liga Italia saat itu adalah pangsa pasar bisnis yang tertinggi.

Hampir semua yang berkaitan dengan Serie A saat itu adalah hal yang bisa dijual, dan ini sangat menguntungkan, baik itu buat FIGC maupun klub klub yang bernaung di bawahnya.

Selain dari segi bisnis, era 90an merupakan era jayanya klub klub Serie A di benua Eropa, jika kita melihat kiprah Juventus, Milan, Lazio, Parma, dan Intermilan, maka mereka adalah deretan klub yang mampu menjuarai kejuaraan Eropa, Juventus dan Milan di Liga Champions, Lazio di Piala Winners, Parma dan Intermilan di Piala Uefa.

Sungguh pemandangan yang sangat indah bagi persepakbolaan Italia saat itu, selain mampu menampilkan beberapa klub terbaiknya menjadi juara, negara Italia juga menjadi raksasa sepakbola, dengan maju ke babak final Piala Dunia 1994, namun sayang harus kalah dari Brazil lewat adu penalti.

Jika kita mengingat era jayanya Serie A era 90an, maka akan ada banyak momen atau kenanganya bagi penikmat bola saat itu, lalu apa saja yang bisa terkenang bagi fans akan sepakbola Serie A era 90an, berikut beberapa hal yang membuat kita nostalgia dengan Serie A era 90an.

1. Tradisi Suporter masuk ke lapangan usai sebuah klub meraih juara Serie A
Era 90n adalah era dimana fans saat itu bisa merasakan energi dan gairah sebuah klub yang meraih juara Serie A. Sebut saja Juventini, Mialnisti, Laziale dan Romanisti, mereka adalah fans yang sangat beruntung bisa merasakan gelar bersama pemain kesayanganya.

Pada tahun 90an hingga awal 2000an, ketika sebuah tim mampu meraih scudetto, tak jarang para fans meluapkan kegembiraanya bersama para pemain. Mereka masuk ke tengah lapangan, dan kadang mereka sampai menelanjangi para pemain. 

Tentu kita masih ingat beberapa momen dibawah ini : 


Ini adalah perayaan gelar Serie A pada tahun 2000, dimana saat itu Lazio menjadi juara untuk kedua kalinya setelah menunggu 25tahun. Saat itu Lazio berhasil juara, dan momen yang paling seru di tahun tersebut adalah lautan Laziale yang memadati stadion Olimpico Roma,

Pertandingan belum selesai pun para fans sudah masuk dan membuat pertandingan dihentikan sementara, bahkan Simeone yang saat itu ditelanjangi sampai kehabisan baju, dan dia harus memakai kaos dari Almeyda, dan dibalik.

Sungguh itu adalah momen yang sangat haru bagi fans sepakbola dunia, terlebih bagi Laziale selurh dunia, dimana klub kebangganya berhasil meraih gelar Serie A untuk kedua kalinya. 


Ini adalah perayaan momen scudetto Roma pada tahun 2001, lagi lagi stadion Olimpico menajdi saksi Romanisti. Hampir tak ada bangku kosong di stadion yang berkapasatias 90 ribu penonton ini. Dan ketika peluit dibunyikan, hampir seluruh fans Roma masuk kelapangan dan membuat warna menjadi merah hati.

Pemandangan yang luar biasa saat tu, Totti, Batistuta, Casssano, Montella sampai dievakuasi oleh pihak kemanan karena mereka adalah para pemain yang menajdi buruan para fans untuk diminta kaos dan celananya.

2. Langsung Dari Italia
Jika anda adalah anak 90an, maka taglane seperti ini akan sangat familiar di telinga anda. Yap itu adalah taglane dari dua karakter, satu dari bung Rayana Djakasuria dan majalah Liga Italia. Bung Ray adalah wartawan sekaligus koresponden RCTI di Italia, dan bung Ray ini setiap Live Serie A selalu memberikan laporanya dan mengatakan Langsung dari Italia. 


Selain itu, era 90an dan awal 2000an adalah awal jayanga Majalah Liga Italia, jika anda saat itu penikmat Serie A, maka anda wajib dan kudu memiliki majalh ini. Pada saat itu harga majalahnya adalah 20 ribu rupiah, dan saat itu termasuk mahal. Buat anak 90an, saat itu uang segitu bisa buat beli bakso satu gerobak.


Majalah Serie A saat itu adalah panduan lengkap bagi penikmat Serie a, dimana didalamnya terdapat artikel menarik dan wawancara langsung dengan sang pemain. Saat itu Majalah Liga Italia bisa dibeli di toko buku dan gerai gerai tertentu, dan hal yang paling seru adalah ketika bisa pinjam dari teman. Kenangan pecinta Serie a saat itu pasti akan selalu terkenang.

3. Wasit yang sangat tegas di Serie A
Hal yang terkenahg selanjutnya adalah wasit Serie A yang sangat tegas dan sangat ditakuti oleh para pemain, sebut saja Pierluigi Collina, Stafano Braschi dan Gianluca Paparesta. Dia adalah wasit wasit yang memiliki nilai plus dan selalu memimpin laga laga keras Serie A.


Pecinta Serie A pasti tahu dan faham dengan siapa, dia adalah wasit yang sangat ditakuti oleh setiap pemain Serie A maupun dunia. Dia adalah Pierliugi Collina, wasit yang sangat berpengalaman dan selalu dikenang oleh fans Serie A. Jika pertandingan tim kesayangan kit dipimpin oleh wasit ini, maka kita siap siap senam jantung, terlebih untuk para gelandang bertahan.


Dia adalah Stefno Braschi, wasit Serie A ini juga terkenal ketegasanya dalam memimpin sebuah pertandingan, tak jarang kartu merah kelaur dari saku dia. Braschi ini adalah wasit yang memiliki ketepatan dalam mengambil keputusan dan dia sangat ditakuti oleh para pemain Serie A saat itu.


Satu lagi wasit yang sangat dikenal di Serie A, dia adalah Gianluca paparesta, pria ramah ini jika sudah memimpin pertandingan tanpa pandang bulu, Gattuso pun pernah merasakan bagaimana pahitnya mendapat kartu merah dari Paparesta.

Nah itu adalah momen momen yang sangat mengenang anak 90an,terlebih pecinta sepakbola italia, dimana di tiap malam senin akan selalu menyetel RCTI untuk menyaksikan laga. Selain hp masih sangat jarang, internet saat itu pun belum menjangkau wilayah Indonesia, dan satu satunya media yang sangat akrab dengan Liga Italia adalah RCTI. 
Back To Top