Mengenang Kejayaan Apparel Kappa di Juventus dan Milan

Advertisement
FASTER86.COM Jersey adalah sesuatu yang mampu menunjukkan kekuatan sebuah tim, dengan memiliki jersey yang gahar serta warna yang menawan, akan membuat sebuah tim mudah dikenali. Begitupun di Serie A, warna putih dan hitam lebih banyak mendominasi, sebuat saja Juventus, Milan, Inter, Siena, Udinese.

Ada dua unsur warna tersebut, warna hitam maupun putih di Italia memiliki jiwa dan semangat. Selain itu, Jersey juga bisa menjadi ajang bagi sebuah klub untuk mendapatkan pundi pundi uang, dengan terpampangnya sponsor di jersey, otomatis sebuah klub akan mendapatkan bayaran dari sponsor.

Selain dari sisi bisnis, dengan tertempelnya brand sebuah produk di jersey sebuah tim, membuat geliat Serie A makin hiruk pikuk dengan persaingan. 

Jika masa kini hanya ada dua apparel yang mendominasi, yaitu Nike dan Adidas, maka ketika kita berbicara Serie A era 90an, maka nama Apparel asal Italia, Kappa layak kita kedepankan.

Apparel Kappa adalah apparel asli Italia, dengan ciri khas desain yang elegan, membuat Kappa mampu menguasai pasara Eropa saat itu. Hal yang membuat Kappa begitu dominan adalah karena Juventus, Milan dan Barcelona.

Tiga tim inilah yang membuat Kappa begitu di minati dna begitu menguasai Eropa, dengan prestasi dari ketiga klub ini, otomatis saham Kappa meningkat drastis.

Mari kita pelajari sejarah Kappa khususnya di dua tim Serie A, Juventus dan AC Milan. Dua tim ini adalah dua tim yang memiliki basis massa tinggi di Italia dan Internasional. Apapun yang dipasang di dua tim tersebut, selalu menjadi hits dan menajdi hal yang laku.

Tahun 1916 perusahaan Kappa berdiri di kota Turin, awal mulanya perusahaan Kappa berkarya dalam pembuatan kaos kaki. Era 50an, Kappa mampu mendominasi pasar Italia dengan kaos kaki dan celana, ekspansi demi eksapansi terus dilakukan.


Pada tahun 1976, Kappa mulai masuk di industri sepakbola, dimana Juventus menjadi tim pertama yang diajak kerjasama. Dengan adanya Kappa di dada dan lengan, membuat keuangan Juventus makin sehat.

Kappa benar benar menajdi idola dan menajdi apparel yang sangat diminati, terlebih di era 80an, dimana Juventus mampu menguasai Italia, dan Eropa, Juara Liga Champions bersama Juventus membuat Kappa begitu dikenal.

Alhasil Kappa makin berani dalam melebarkan sayapnya, selain Juventus, Kappa juga menggandeng AC Milan, Roma dan Red Star Belgrade. dominasi Kappa sangat dipuji saat itu.

Di Italia sendiri, dominasi Juventus dan Milan membuat Kappa makin terkenal dan mampu menjadi produsen apparel kelas dunia. Juventus dan Milan saling salip dalam perburuan scudetto, dan ini membuat saham Kappa makin kuat di bursa efek Italia.


Nama nama besar Milan dan Juventus pernah membesarkan nama Kappa, sebuat saja trio Belanda yang ada di Milan, rijjkard, Van Basten dan Gullit. trio ini begitu melegenda dan membuat Milan menajdi sebuah kekuatan di Serie A, dan Milan pula yang mampu membuat dominasi Juventus sedikit terganggu.


Tahun 1996, Kappa melengkapi kegembiraan publik Turin dengan Juventus mampu menjai juara Liga Champions, Nama nama tenar Juventus juga mampu membuat Kappa begitu dikenang, sebut saja Vialli, Del Piero, Conte dan Ravanelli.

Bahkan pada tahun 2000, Kappa mampu menjadi apparel resmi Italia di Euro 2000, dengan desain Combat 2000, kostum timnas Italia mampu menjadi favorit fans. Di berbagai gerai olahraga, kostum Timnas Italia ini menjadi buruan dan sangat sulit sekali mendapatkanya.


Dengan desain ketat, membuat para pemain mudah dalam pergerakanya, selain itu desain ergonomis Timnas Italia ini membuat kinerja para pemain makin keren di lapangan. Sebut saja Totti, Canna, dan Maldini. 

Mungkin tahun 2000, dan euro sepertinya tak menaungi Alex, dia gagal menunjukkan performa terbaiknya di euro usai cedera, dan Kappa seolah tak memberi tuahnya untuk King Alex.

Dengan era semakin modern, Kappa makin terpinggirkan dan kalah dengan Nike dan Adidas. Ekspansi dua apparel tersebut mampu membuat pasar dunia menggeliat. Dengan ikon CR7 dengan Nike dan LM10 dengan Adidas seolah membuat dua apparel tersebut menjadi penguasa.

Jika kita melihat kondisi sekarang, dua apparel tersebutlah yang berani membayar tinggi sebuah klub, sebut saja Manchester United yang mampu mendatangkan Paul Pogba, Juventus dengan adidasnya mampu mendatangkan Higuain.

Kenangan Kappa akan kejayaan Italia membuat kita sedikit bernostalgia dan pernah mengakui bahwa apparel asal Italia ini dulu adalah raja dari Apparel dunia. 
Back To Top