Romantisme Didier Deschamps Dengan Juventus

Advertisement
FASTER86.COM Salah satu legenda Juventus, Michel Platini pernah berkata, kalau Deschamps adalah gelandang terbaik dan pilihan tepat bagi Juventus. Dan apa yang diungkap Platini menjadi kenyataan, ini tak lain dengan didatangkanya salah satu gelandang terbaik dunia saat itu ke Delle Alpi pada tahun 1994  dari Marseille.

Kedatangan Deschamps membuat komposisi lini tengah Juventus makin kuat dan solid, dengan kehadiran sang pemain, membuat Marcelo Lippi makin leluasa dalam memainkan lini tengah Juventus.

Deschamps adalah gelandang yang memiliki determinasi serta dia adalah " destroyer " perusak permainan lawan. Tak jarang dia sering duel dengan para gelandang lawan, dan tak jarang pula ia mendapatkan kartu.


Deschamps adalah seorang yang mampu membuat lini tengah Juventus kuat, hal ini dengan musim pertamanya ke Juventus, scudeto ia persembahkan untuk nyonya tua.

Musim berikutnya, ia mampu membawa Juventus juara liga champions, dan ini menjadi puncak prestasinya bersama Juventus.

Dalam sebuah wawancara ia pernah berkata, kalau Juventus adalah klub yang tak akan pernah ia lupakan. Menurut deschamps, ada cinta di Juventus.

" Juventus adalah kisahku dan Juventus tak akan pernah terlupakan dalam karier profesionalku. Bersama Juventus, saya merasakan segala gelar, mulai dari gelar lokal hingga internasional " ujar pelatih Timnas Perancis tersebut.

" Saat saat bersama Juventus, adalah saat yang membahagiakan dalam karierku, dimana disana saya menemukan permainan terbaiku "

" Kerjasama dengan Antonio ( Conte ) di lini tengah Juventus saat itu, sangat menyenangkan "

" Andai saja waktu bisa berputar, saya ingin mengaakhiri karierku di Juventus " tambahnya.

Romantisme Didier Deschamps bersama Juventus berlangsung dari musim 1994 - 1999, dimana ia selalu menjadi pilihan utama Marcelo Lippi.

" Lippi adalah orang yang hebat, dia mampu memberi arahan serta dia adalah seorang bapak yang tepat bagi para pemain Juventus "

" Saat juara liga champions, itu adalah saat paling berharga dalam hidup saya, selain juara Piala dunia, dan Piala Eropa "

Deschamps yang memiliki kekuatan fisik serta pintar dalam mengatur lini tengah ini adalah sosok yang pas dan sepadan bagi Conte. Dalam perjalanan kariernya, Deschamps menorehkan 124 caps bersama Juventus dan mencetak 4 gol.

Memang dia bukan seorang yang mampu mencetak gol, namun peran sentralnya mampu membuat lini tengah Juventus makin kuat.

Kedatangan Zidane ke Juventus, semakin menambah aroma Perancis ke dalam lini tengah Juventus. Zidane, Conte dan Deschamps, trio lini tengah Juventu saat itu. Deschamps sebagai perusak permainan lawan, Zidane sebagai kreator dan Conte sebagai pembeda  lini tengah Juventus.

Baca juga :

" Rasanya saat melihat ketiga pemain tersebut bermain bersama, seperti melihat sebuah robot yang sedang bermain bola, saling melengkapi dan saling menutupi satu sama lain " ujar Lippi.

Setelah pensiun di dunia sepakbola, Deschamps menjadi pelatih, dan sebuah kebanggan dia bisa kembali ke Juventus, hal itu terjadi di musim 2006 - 2007, dimana dia melatih Alesandro Del Piero cs di Serie B. Dan tangan dingin Deschamps mampu membawa Juventus kembali ke kasta terbaiknya,

Namun sayang, kebersamaan Deschamps bersama Juventus hanya sebatas semusim saja, ini karena pada musim berikunya, tak terjadi kesepakatan antara Juventus dan Deschamps.

Saat itu, Deschamps menginginkan beberapa pemain jadi, sedangkan manjemen hanya menyanggupi untuk membeli para pemain biasa saja.

Namun setelah beberapa tahun, Deschamps menyesal meninggalkan Juventus, dan dia masih berharap suatu saat kembali lagi ke Juventus.

Back To Top