Nasib Kurang Baik Bagi EL Matador Marcelo Salas Di Juventus

Advertisement
FASTER86.COM Marcello Salas, salah satu legenda Cile dan juga salah satu legenda di Serie A. Pemain dengan nama panjang José Marcelo Salas Melinao lahir ppada tanggal 24 December 1974 (age 41) dulunya adalah striker yang sangat ditakuti oleh kiper kiper di Serie A. Striker yang memiliki ciri khas rambut panjang ini mampu membawa Lazio juara Serie A untuk kedua kalinya dalam sejarah klub.

Kesinaran Salas membawanya berlabuh ke Juventus untuk menyusul rekanya, Pavel Nedved, Salas digadang akan menajdi striker yang kuat dan mumpuni bagi Juventus. Salas adalah tipikal pekerja keras dan dia sangat cocok dengan skema yang diinginkan pelatih Juventus saat itu, Marcelo Lippi.


Berlabuhlah Salas ke Delle Alpi dengan mahar yang tidak disebutkan plus Darko Kovacevic sebagai barter atas El matador. Salas memakai no 9, no yang sebelumnya pernah dipakai Inzaghi. 

Kedatangan Salas ke Juventus membawa angin segar bagi Juventus, karena dengan adanya Salas, akan ada banyak pilihan di lini depan Juventus, tinggal pilih mana yang akan dipasang, dan mereka memiliki kualitas yang sama mumpuninya.

Kegembiraan Salas bersama Juventus tak berlangsung lama, badai cedera datang menghampiri karier pemain Internasional Chile ini. Salas mengalami kerusakan pada anterior cruciate ligament (ACL) saat membela Juventus.

Cedera semacam itu membutuhkan masa istirahat panjang dan Salas tak mampu lagi kembali ke bentuk terbaik usai pulih. Pria yang memiliki ketakutan terhadap ketinggian itu cuma tampil 18 kali dan bikin 2 gol dalam dua musim di Juventus (2001-2003).

Setelah mengalami degradasi performa, Salas meninggalkan Italia untuk membela dua klub lamanya, River Plate (2003-2005) dan Universidad (2004-2008). Karena tak kunjung mencapai level puncak lagi, Sang Matador akhirnya pensiun dari arena dalam usia 33 tahun pada November 2008.

Padahal sebelumnya Salas adalah striker yang sangat menakutkan, dengan kekutan kaki kirinya, bahkan salah satu legenda Inggris dan juga mantan kapten Timnas Inggris mengakui keunggulan Salas. 

" Dia striker yang sangat menakutkan, dia memiliki kekuatan serta ketepatan dalam membaca arah bola, hal ini menyulitkan bagi para bek " tutur Adams.

Hal senada juga pernah diungkapkan oleh Nedved, temanya di Lazio dan juga Juventus, Nedved yang pernah bermain bersama mengatakan, kalau Nedved adalah "killer Striker "

" Dia adalah striker yang sangat tajam, sekali dia mendapat bola, maka kiper akan kesusahan dalam menggapai bole tersebut " 

" Dia itu seperti belut, licin dan susah sekali dijaga, pergerakanya mampu membuat konsentrasi lawan jadi buyar. Saya teringat bagaimana dia menjadi ujung tombak yang bagus saat di lazio "

" Ketika dia bergabung dengan saya di Juventus, hal itu sangat melegakan bagi saya, saya sangat senang karena bisa bermain bersama lagi, namun apa yang saya harapkan tak jadi kenyataan, dia mengalami cedera yang begitu parah, sudngguh sedih saaat itu " kenang Nedved.

Karena cedera inilah, Salas kerap menghuni bangku cadangan, pada tahun 2003, Juventus hampir mendapatkan Cristiano Ronaldo dari Soprting Lisbon. Dan saat itu Salas menjadi kartu truff, karena dia akan dibarter dengan Ronaldo.

Namun Salas menolak, dia lebih memilih kembali ke kampung halamanya, dan transfer Ronaldo tak jadi kesampaian. Kisah pilu Salas ini tentu membuat kita yang pernah melihat dia saat bagus akan bertanya, kemana kemampuan aslinya. 

Nah semoga nostalgia ini mampu mengingatkan kita pada satu sosok striker yang sangat di takuti di Serie A saat itu.  Mungkin Juventus tak cocok bagi salas, namun kebersamaan selama dua musim tersebut, mampu membuat para fans menajdi gembira. 

Back To Top