Ketika Dua Maestro Bertemu

Advertisement
FASTER86.COM Roberto Baggio, nama yang tak akan terlupakan dalam dunia sepakbola, terlebih bagi Juventini. Bintang Juventus era 90an ini adalah salah satu legenda Juventus, pernah menorehkan tinta emasnya dengan menyabet gelar pemain terbaik dunia 93.

Alessandro Del Piero, maskot sekaligus ikon dari Juventus ini adalah orang yang sangat dihormati oleh fans maupun para pemain Juventus.


Jika kita menilik lebih dalam lagi, maka dua nama tersebut pernah bermain bersama untuk Juventus, pertama kali terjadi adalah pada musim 93, dimana Alessandro Del Piero saat itu masih berusia 16 tahun. Saat itu, dia adalah pemai  paling berbakat dan paling diminati banyak tim.

Baggio saat itu masih menjabat kapten Juventus, dan Del Piero adalah pemain muda dengan segudang talenta, Baggio sudah tahu kalau suatu saat Del Piero akan menjadi bintang besar. 

" Dia ( Del Piero ) akan menjadi bintang besar, saya tahu dari segi permainan dan karakter dia. Saat itu mungkin banyak yang memprediksi dia akan menjadi musuh bagiku, tapi itu tidak bagiku, saya senang ada banyak pemain muda di Juventus " ujar Baggio

" Asumsi bertebaran dimana mana, banyak yang mengatakan karierku hancur karenanya ( Del Piero ) tetapi saya selalu bilang kepadanya, abaikan apa kata orang, jadilah dirimu sendiri dan raihlah apa yang kamu cita citakan " 

" Memang saat itu situasi sangat buruk bagiku, saat itu saya benyak mengalami cedera, dan itu membuatku kurang maksimal. Namun saat itu, saya percaya bahwa dia ( Del Piero ) mampu memerankan apa yang saya perankan " 

Seiring berjalanya waktu, perlahan tapi pasti, karier Del Piero makin cemerlang dan makin mendapat pujian dari banyak orang. Penampilanya mampu menggantikan peran Robi yang saat itu cedera. Operan operan dan tususkan Del Piero mampu menjadi senjata bagi Juventus.

" Sungguh saat itu hati saya sangat berdegup kencang, bisa bermain bersama bintang yang saya kagumi. Dia ( Baggio ) mampu menjadi teladan bagi saya "

" Setiap kali latihan, dia selalu memberikan masukan kepada saya, tentang bagaimana bermain bola, menendang, melakukan tendangan bebas dan dia pula yang memberiku arahan "

" Banyak yang mengabarkan miring tentang saya saat itu, dimana dia ( Baggio ) menjadi korban bagiku, tetapi tak ada yang tahu, kalau sejatinya dia adalah teman sekaligus guruku " 

" Sungguh pengalaman luar biasa mendapatkan bimbingan dari dia " tambah Del Piero.

Musim 94 - 95 menjadi musim terakhir bagi Baggio, pada musim 95 Baggio memutuskan hijrah ke Milan. Dan hijrahnya Baggio ke Milan ini membuat Del Piero menjadi andalan lini depan Juventus bersama Vialli dan Ravanelli.

" Saat dia ( baggio ) pergi, ada keraguan dalam diri saya, apakah saya mampu menjadi pemain yang mampu menggantikan peranya, keraguan ini perlahan tapi pasti dapat teratasi. Saya senang, ada Lippi, Vialli maupun Ravanelli yang selalu memberi dukungan kepadaku. Dan satu lagi, sosok presiden klub yang sangat baik terhadapaku, membuatku semakin yakin, kalau saya bisa menggantikan peran Robi " tutur ayah dari Tobias Del Piero ini. 


 
Back To Top