Claudio Marchisio, Pangeran Turin Dan Kisahnya Bersama Juventus

Advertisement
FASTER86.COM Jika ada orang yang sangat sedih ketika Juventus kalah, maka Claudio Marchisio adalah orang yang merasakan akan hal tersebut. Pangeran Turin ini selalu menanggis tatkala Juventus kalah, hal ini terjadi saat ia masih kecil, masih bersama Juventus akademi.

Saking cintanya dengan Juventus, anda disuruh memilih tim mana yang ia bela selain Juventus, maka ia memilih untuk tak bermain sepakbola. Saking cintanya pada Juventus, membuat juventini menyebutnya sebagai pangeran turin.

Kisah Marchisio bersama Juventus diawali pada musim 2006, dimana ia promosi dari tim Primavera Juventus, meskipun saat itu Juventus bermain untuk Serie B, namun hal tersebut tak membuatnya berkecil hati, bermain bersama Juventus adalah hal yang selalu diimpaikan oleh Claudio.


Pada musim tersebut, memang dia bukan pilihan utama, namun hal tersebut tak mengecilkan niatnya, pada musim berikutnya, Juventus meminjamkan pemain ini ke Empoli. Nah kesempatan bersekolah di Empoli ini tak disia sikan pemuda yang saat itu berusia 21 tahun tersebut.

Penampilan yang apik membuatnya kembali ke Juventus, dan perlahan tapi pasti, Marchisio mulai menmukan tempatnya di Juventus.

Seiring berjalanya waktu, Marchisio mampu menjadi tumpuan lini tengah Juventus. gol gol pentingnya mampu membuat pelatih memberikan senyuman manis untuk pemuda 23 tahun tersebut. Sang Legenda, Alessandro Del Piero pun memuji Marchisio sebagai titisan Didier Deschamps.

" Jika melihat penampilan Claudio di lapangan, saya teringat dengan salah satu pemain Juventus, Didier Deschamps, dia mampu menjadi jendral lini tengah Juventus. Mampu menjadi penyeimbang lini tengah dan mampu mengontrol lini tengah Juventus "

" Saya selalu bilang kepada Claudio, kalau dia akan menjadi gelandang tengah terbaik " tambah Il Pinturicchio tersebut.

Keyakinan Alex akan sosok Marchisio tak sia sia, dia mampu menajdi kekuatan baru Juventus. Dengan perpaduan antara Pirlo, Pogba, Vidal, Marchisio selalau menjadi  pemadu para gelandang terbaik tersebut.

" Saat bermain dengan dia ( Claudio ) maka pekerjaan anda akan ringan, karena dia adalah tipe pekerja keras " ujar Andrea Pirlo.

Berbeda dengan Pirlo, paul Pogba pernah mersakan bagaimana sosok Marchisio di lini tengah. " Pirlo dan Marchisio adalah dua pemain hebat, saat bermain bersamanya, maka anda bisa berkreasi sebanyak mungkin, karena lini tengah kita sudah dijaga oleh dua orang hebat " ujar pemain Manchester United tersebut.

Claudio Marchisio dan kegegalan Liga Champions 


Final Liga Champions musim 2015 adalah momen yang sangat berat bagi Claudio Marchisio, dimana piala yang ia impikan sejak kecil harus lepas, ini tak lain karena Juventus harus kalah 1 - 3 dari Barcelona di final.


" Final Liga Champions 2015 adalah momen yang sulit terlupakan dalam karierku bersama Juventus, kami bisa saja mengulang juara 96, tetapi kami harus kalah, dan itu membuatku sedih sekali " ujar il Principo tersebut.

" Ketika saya melihat Andrea ( Pirlo ) menangis, maka hati saya serasa hancur, saya melihat itu adalah impian Andrea yang terakhir saat berseragam Juventus "

" Namun dalam sepakbola semua bisa terjadi, kami harus bisa bangkit untuk musim musim berikutnya, dan kami yakin, kita pasti bisa menebusnya "

" Memang saat itu, Barcelona adalah unggulan, dan kami tak diunggulkan, tetapi saat itu kami yakin, kami bisa mengangkat trophy tersebut "


Ini adalah momen saat Juventus kalah dari Barcelona di Final Liga Champions 2015, dimana Andrea Pirlo merasa terpukul. dan Marchisio tak sanggup melihat kesedihan dari andrea pirlo tersebut. 

Claudio Marchisio dan Kegagalanya Masuk Skuad Italia Di Euro 2016

Euro 2016 adalah sesutau yang sangat diimpikan oleh Claudio Marchisio, dimana di Euro 2012 ia merasakan bagaimana kekalahan menyakitkan dari Spanyol di Final. Dengan penampilan terbaiknya bersama Juventus, ia yakin akan mampu menjadi bagian utama Azzuri di piala eropa tersebut. 

Baca juga : 

Namun apa yang ia harapkan tak urung menjadi kenyataan, cedera yang menghampiri saat ia membela Juventus di Liga Italia memupuskan harapan Il Principo tersebut. Kerugian bagi Juventus dan Italia.


" Sungguh suatu hal yang berat, disaat kami ingin membutuhkan jasanya, cedera menghampirinya " tutur Antonio Conte pelatih Italia saat itu.

" Dia adalah andalan kami di lini tengah, dengan cederanya dia, berarti kami harus mencari pengganti sepadan buat dia " 

Duka Juventus dan duka Italia, itu adalah tajuk yang diberikan oleh beberapa media Italia saat itu, cedera yang ia alami itu membuatnya harus absen hingga beberapa bulan. 

Seiring berjalanya waktu, publik kembali akan bersorak dan berteriak " Marchi, Marchi ", hal ini karena berdasarkan hasil medis, Marchisio dinyatakn sudah siap merumput kembali bersama Juventus. 

" Berita besar " sepertinya adalah hal yang tak berlebihan, jika nanti malam saat Juventus bertemu Udinese dan Marchi dimainkan, maka ini akan menjadi kado terindah bagi Juventini. 

Publik Juventini sangat merindukan sosok Marchisio di lini tengah Juventus, peran peranya yang luar biasa mampu menghidupkan skema Allegri. Apalagi dengan adanya Pjanic, Khedira, banyak yang berharap Marchi akan menjadi sosok penentu lini tengah Juventus. 

" Kehadiran Marchisio di lini tengah, akan membuat kami makin kuat dan makin ditakuti lawan kami " ujar Khedira.

" Saya sangat meridukan tampil bersamanya " tambah gelandang timnas Jerman tersebut. 

Demikian sepenggal kisah perjalanan Il Principo Claudio Marchisio bersama Juventus, dan semoga nanti malam kita bisa melihat aksi sanga Pangeran Turin, saat juventus bersua Udinese. 

Tag : Attacante
Back To Top