Sejarah Perjuangan Orang Jawa Di Negara Suriname

Advertisement
FASTER86.COM - Sejarah Perjuangan Orang Jawa Di Negara Suriname Jika kita berbicara mengenai salah satu negara di amerika selatan, maka ingatan kita tertuju pada dua negara kuat sepakbola, Brasil dan Argentina. Memang dalam hal sepakbola, dua negara tersebut adalah negara dengan bakat pesepakbola terbanyak di dunia.

Namun ada satu lagi ingatan kita, yaitu Suriname, negara di amerika selatan ini adalah negara besar tetapi populasinya masih kecil. Berdasarkan sensus tahun 90, jumlah penduduk negara tersebut hanya sekitar 600 ribuan jiwa.


Cukup kecil jika kita lihat luas wilayahnya, namun ada satu lagi ingatan kita mengenai Suriname. Tak lain dan tak buka adalah orang Indonesia khususnya bangsa Jawa. Memang di negara tersebut, populasi penduduk jawa sekitar 10 % dari jumlah keseluruhan penduduk suriname.

Namun tahukah kamu bagaimana sejarah perjuangan orang jawa di Suriname ? Perjuangan dan harus terpisah dari keluarga adalah cerita lain tentang bangsa jawa di Suriname.

Awal mula orang orang jawa di Suriname adalah ketika kapal kapal Belanda menangkut bangsa jawa, dengan iming iming akan dibawa ke sumatra dan akan diberi pekerjaan. Selain hal tersebut, banyak juga yang diculik dan diangkut untuk kerja paksa.

Para pemuda dan pemudi hanya bisa menurut dan menurut, ini tak lain karena mereka jika melawan akan dibunuh. Sebuah kekerasan yang membuat siapa saja yang mendengar pasti akan sedih dan marah dengan Belanda.

Saat itu memang Indonesia sedang dijajah oleh Belanda, jadi apa saja yang diperbuat Belanda tak ada yang berabi melawan.

Akhirnya para pemuda dan pemudi dari orang orang jawa dibawa dan diangkut oleh kapal belanda, kenapa belanda memilih Suriname ? Karena saat itu negara tersebut juga merupakan jajahan Belanda. 

Belanda paham benar dengan orang Jawa, orang jawa dimata orang Belanda adalah permata, dengan kekuatan serta kekluargaan akan mampu membawa perubahan bagi Suriname.

Dan apa yang di prediksi Belanda benar, orang orang jawa mampu membawa negara Suriname menjadi maju, industrinya maju.

Ada sekitar 10ribuan orang jawa yang dibawa ke Suriname namun yang selamat sampai ke tujuan hanya 7000an, ini tak lain karena mereka banyak yang mati. Umumnya mereka mati karena mereka tidak kuat harus berlayar sampai 3 bulan demi mencapai Suriname. 

Selain karena sakit, juga karena kekurangan bahan makanan poko, mereka 3 bulan teromabng ambing di tengah lautan. Sungguh pilu sekaligus merinding mendengar cerita tersebut.

Orang orang jawa tetap kuat, sampai akhirnya mereka sampai di Suriname, mereka didata ulang dan diberi tugas berkebun dan pertanian. Setelah 5 tahun, sesuai dengan kontrak, ada yang pulang dan ada yang menetap di Suriname. 

Seiring berjalanya waktu, bangsa Jawa di Suriname mampu menjadi tulang punggung negara Suriname. Ketiak Suriname merdeka pada tahun 76, banyak keturunan jawa yang beralih warga negara menajdi Belanda.

Di Suriname, masih banyak orang jawa yang menguri uri kebudayaan bangsa jaw,a ada jathilan, wayang, campur sari, kethoprak dan lainya. Bahkan di suriname juga ada distrik dengan menggunakan basa jawa. 

Setelah hampir satu abad di negara Suriname, sekarang bangsa jawa sudah makmur dinegara tersebut, rata rata orang jawa disana memiliki dua mobil dan  memiliki kebun yang luas. Tak sia sia perjuangan kakek dan nenek mereka demi anak cucu yang makmur.

Ada pula yang ,menjadi pejabat, menjadi pengacara dan menjadi politisi, bahkan tahun lalu salah satu keturunan jawa mencalonkan diri menajdi presiden, namun sayang kalah. 

Nah sekian dari kami, mungkin ini bisa menggambarkan bagaimana negara Suriname dan apa hubunganya dengan bnagsa jawa. 
Tag : TRADISI JAWA
Back To Top