Perhitungan Teknis Duet Dybala dan Higuain

Advertisement
FASTER86.COM Ketika Juventus berhasil mendatngkan Higuain dari Napoli dengan bandrol selangit, banyak pihak Juventus ingin seperti Bayern Munchen yang menggembosi setiap lawan lawanya. Memang dalam sepkbola itu hal wajar, selam keuangan klub masih sehat dan FFP masih bagus, tak ada salahnya bagi setiap klub menggondol pemai hebat dari lawan lawan meraka.

Fenomena Higuain memang paling menyita perhatian publik Italia dan dunia, ini mengingat banyak striker ampuh di Juventus, semisal Mandzukic, Zaza atau Dybala. Dengan kehadiran Higuain, maka jumlah penggedor Juventus musim ini menjadi 4 striker berkelas dunia.


Peluang duet memang banyak, tetapi kali ini kita akan membahas mengenai peluang duet Dybala - Higuaian atau Dyguaian. Duet ini memang sangat menjanjikan, dengan jumlah gol 55 menjadikan duet ini ssok menjadi duet yang paling tajam. 

Nah aspek apa saja keunggulan duet ini ? Berdasarkan statistik duet ini memang duet yang paling ideal bagi Juventus musim lalu. Dengan torehan gol tersebut, nyaris duet ini mewakili kekuatan Serie A musim lalu, bahkan duet ini jumlah golnya memlampui jumlah gol Intermilan.

Berdasarkan uraian angka-angka Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain sangat menakutkan pertahanan lawan Juventus di musim depan, baik di Serie A maupun calon lawan Si Nyonya Tua di Eropa. Selain total jumlah gol terbanyak di Serie A (55 gol), Dyguain juga ampuh menciptakan peluang. Total mereka mampu mengkreasi 124 peluang di Serie A musim 2015/2016 lalu. Dyguain menjanjikan duet striker dinamis.

Berdasarkan jumlah akurasi umpan dan kreasi peluang,  dalam keadaan tertentu, Higuain bisa difungsikan sebagai striker kreator peluang. Kala Dybala cedera, misalnya, Higuain bisa diduetkan dengan striker Juventus lain yang bertipe sebagai ujung tombak murni.

Paulo Dybala terkenal dengan kaki kirinya yang kuat, sedangkan bagi Higuain, kaki kanannya adalah yang paling kuat  Dari 19 gol di Serie A musim lalu, Dybala mencetak 18 gol dengan kaki kiri. Hanya satu gol yang berasal dari kaki kanan. Sedangkan dari 36 gol pada musim lalu, Higuain mencetak 24 gol dari kaki kanan dengan delapan gol yang dicetaknya dengan kaki kiri.

Dyguain juga menjanjikan Juventus gol-gol baik dari dalam maupun luar kotak penalti. Sebanyak 32 dari 36 gol Higuain dicetak dari dalam kotak penalti, hanya empat gol yang ditembak dari luar kotak penalti. Sedangkan Dybala mencetak enam gol dari luar kotak penalti dari total 19 gol. Betul-betul kombinasi mematikan. 

Dengan datangnya Gonzalo Higuain, bisa saja jumlah gol Dybala berkurang. Dybala akan difungsikan sebagai pencipta umpan matang bagi Higuain. Seluruh aliran bola akan berakhir di kaki Higuain sebelum dieksekusi. Namun jika Higuain dikunci mati lawan, dia bisa mengalah dan menciptakan peluang buat Dybala mencetak gol.

Hal lain yang membuat duet ini begitu ditunggu adalah karena kinerja dar lini tengah Juventus, dibawah komando Pjanic, pemain baru asal Bosnia ini seolah telah menjelma new Pirlo bagi Juventus. Melalui umpan umpanya serta tususkan dari Pjanic inilah kemungkinan gol gol Dyguain akan mengalir. 

Kiprah Pjanic untuk Juventus musim ini juga sangat ditunggu oleh Dyguain, karena dengan umpan umpan yang matang maka peluang Juventus mencetak gol dari Dyguain akan terbuka lebar. 

Di Napoli musim lalu, Higuain mencetak 36 gol. Di belakang Higuain, terdapat gelandang Marek Hamsik yang mencetak 11 asis dan gelandang/penyerang sayap Lorenzo Insigne dengan 10 asis. Di Juventus, Higuain akan didampingi Miralem Pjanic (12 asis) dan Paulo Dybala (9 asis). Total asis Hamsik dan Insigne sama dengan total asis Pjanic dan Dybala sebanyak 21. Menggunakan logika melompat, Higuain akan menyegel 21 gol. Sisanya, ia tinggal berharap asis dari rekan setim lain.

Begitupun dengan Dybala. Musim lalu, dia mencetak 19 gol di Serie A. Paul Pogba memberikan 12 asis, sama dengan yang dicatatkan Pjanic di Roma. Kalaupun Pogba pindah ke Manchester United, kemungkinan catatan gol Dybala pun tak akan berkurang.

Kalkulasi imajinatif gol-gol tersebut sudah pasti mengesampingkan ketepatan logika. Belum tentu semua 21 gol Higuain berasal dari umpan Hamsik dan Insigne. Pun dengan Dybala. Ada banyak variabel yang bisa dikaitkan dalam total gol Higuain dan Dybala musim lalu.

Tetapi intinya di Juventus, Higuain akan bekerja sama dengan distributor asis handal yang sepadan dengan Marek  Hamsik dan Lorenzo Insigne. Dybala pun tak perlu khawatir pasokan assist untuknya berkurang pasca kepergian Pogba ke MU. Penggantinya, Pjanic mencatat jumlah assist yang sama dengan Pogba musim 2015/2016 lalu.

Asis Pjanic yang dikonversi menjadi gol oleh Mehdi Benatia pada laga uji coba pramusim melawan Tottenham Hotspur akhir Juli kemarin, menunjukkan mantan gelandang Olympique Lyon itu sudah menyatu dalam ritme permainan tim.

Pajinc akan menjelama menjadi gelandang yang sangat menentukan bagi lini tengah Juventus, ini karena sang pangeran Turin masih bergelut dengan cedera. Tentu ini bukan sepenuhnya tugas Pjanic, mengingat di Juventus masih ada Khedira, Sturaro, Leimina, ataupun Asamoah. Para gelandang ini juga tak kalah kelas dengan Pjanic. 

Tentu duet Dyguain ini juga memiliki celah atau kelemahan, kelamahan ini berasal dari ego masing masing striker. Jika mereka bisa saling memberi dan saling membuka peluang, maka duet ini minim kelemahan. Mungkin ancaman datang dari para bek lawan, yaitu permainan kasar atau hal yang membahayakan bagi Dyguain. 

Satu lagi risiko yang dapat mereduksi potensi Dyguain adalah cedera. Berdasarkan catatan penampilan musim 2015/2016 lalu, fisik Dyabla dan Higuain memang bisa diandalkan. Dybala tampil dalam 34 pertandingan dan Higuain turun dalam 35 pertandingan dari total 38 laga Serie A. Walaupun demikian, ancaman tekel keras tetap saja mengintai. Kebugaran keduanya harus terus dijaga agar potensi Dyguain meledak maksimal.

Tentu bagi Allegri memilih duet depan kali ini menjadikan hal yang paling sulit, mengingat Zaza dan Mandzukic juga bukan pemain sembarangan. Dan buat Higuain menajdi pemain mahal juga menjadi beban tersendiri, karena performa apik dituntut setiap pekan demi menjadikan Juventus menjadi juara. 

Kesimpulan dari Duet Dyguain adalah, ketiak mereka onfire maka kan menjadi hal yang menakutkan bagi lawan lawan di garis belakang. Dan kemungkinan duet ini akan menajdi duet terbaik Serie A musim ini, namun untuk jumlah gol tidak sebanyak saat ini, karena mereka harus saling berbagi dan saling membuka peluang. Nh kita nantikan beberpa pekan lagi saat Serie A resmi dibuka. 

Sumber : Panditfootball.com
Sumber : finoalafine.com

Tag : Attacante
Back To Top