Mengenang Calciopoli : Juventus Tak Pernah Curang Untuk Scudetto 2006

Advertisement
FASTER86.COM Jika anda Juventini sejati, tentu masih ingat dengan kejadian yang mengharuskan klub kesayanganmu harus bermain di Serie B, rekayasa calciopoli. Dimana gelar Juventus harus ditarik oleh FIGC dan Juventus harus bermain di kasta kedua. Hal yang sangat menjengkelkan, dimana saat itu skuad Juventus adalah los galacticosnya Italia, dengan deretan pemain hebat dan berkelas dunia. 

Namun Juvetus adalah Juventus, klub dengan tradisi kuat membuatnya kembali lagi ke Serie A, dan sekarang mampu menunjukkan pada dunia, siapa sesungguhnya yang bersalah.


Namun ada satu pemain rival, yaitu Alvaro Recoba yang menyangkal akan kasus Calciopli tersebut. Recoba yang saat itu bermain untuk Intermilan mengatakan kalau Juventus tidak perah curang dalam merengkuh scudetto.

“ Melawan Juve selalu memiliki kehormatan bagi tim maupun bagi pemain. ketika itu (tahun 2006) banyak yang mengatakan bahwa mereka (Juventus) menang dengan bantuan wasit. Sesungguhnya, mereka bisa memenangkanya tanpa bantuan siapapun " 

" Siapa yang memenangkan scudetto 2006? Bagi saya, saya pikir yang memenangkan Scudetto adalah Juve karena memiliki beberapa pemain hebat dan tanpa bantuan pun mereka akan menang "

" Saya tahu bahwa pemain selalu yang paling jujur, di lapangan dan di dunia sepakbola. Ketika ternyata scudetto itu diberikan kepada Inter, saya pikir para pemain tidak merasa itu adalah milik kami. ” tutur Recoba beberapa tahun lalu.

Recoba mengatakan ini karena merasa heran kenapa ada kasus yang begitu hebat di dunia sepakbola. Dan itu membuatnya merasa aneh, terlebih menimpa Juventus yang diperkuat pemain hebat tak mungkin kalau bermain curang. 

Nah kejadian tersebut tentu bisa menjadi pembelajaran bagi siapa saja, tak terkecuali Juventus. Kejadian ini bisa menimpa siapa saja, dimana uang adalah faktor yang bisa membuat kasus yang tak ada menjadi ada. 

Back To Top