Minggu 14 Mei 2000 Momen Scudeto Hilang Di Tangan Perugia

Advertisement
FASTER86.COM Sudah hampir 16 tahun berlalu, namun kenangan partai terakhir Serie A musim 1999 / 2000 antara Perugia vs Juventus masih saja menyisakan sedih di hati para penggemar Juventus. Bagaimana tidak, saat pekan terakhir tersebut, selisih poin Juventus sebagai pemuncak klasemen sementara hanya terpaut dua poin dengan pesaing utamanya Lazio.

Jika pada partai terakhir ini, berkesudahan imbang, dan Lazio menang atas Reggina, maka diadakan Play Off sebagai pemenang Liga Italia Serie A musim tersebut, jika Juventus menang, maka otomatis Juventus yang menjadi juara. Tentu kita masih ingat, kenangan yang begitu pahit tersebut, Juventus harus mengakui keunggulan 1 - 0 atas Perugia di stadion Renato Curi kandang Perugia, dan akhirnya melayang lah gelar Scudeto Juventus.


Dengan selisih 1 poin saja, dimana Lazio memiliki poin 72 dan Juventus memiliki poin 71, sungguh sebuah ironi, disaat para suporter Juventus sudah bersiap dengan scudeto, namun nasib berkata lain, Juventus harus menelan pil pahit.

" Pertandingan yang sulit, di saat kami butuh kemenangan, kami harus kalah, kompetisi adalah sebuah permainan, ada yang kalah dan ada yang menang " ungkap salah satu pemain Juventus, Alessio Tacchinardi.

Di laga yang diwarnai dengan hujan yang deras dan beberapa kali penundaan ini, sebenarnya Juventus berhasil menguasai permainan. Namun sayang, dewi keberuntungan belum berpihak di Juventus. Petaka bagi Juventus terjadi, ketika menit ke 49, pemain Perugia Alessandro Calori mencetak gol, berubahlah skor menjadi 1 - 0.

Pertandingan semakin menarik, Juventus terus memborbardir lini pertahanan Perugia yang kala itu masih di huni Materazzi. Sampai peluit di bunyikan, Juventus tak mampu menyamakan kedudukan, dan melayanglah gelar Scudeto Juventus yang kala itu masih dilatih Carlo Ancelotti.

" Sungguh musim yang menyakitkan, kami harus kalah di partai terakhir, tetapi sudahlah, namanya persaingan " ungkap sang pelatih. Dengan kekalahan ini, otomatis Lazio yang berda di posisi kedua naik ke posisi 1 dan menjadi juara serie a setelah menunggu 25 musim. Lazio saat itu masih di huni para bintang top, ada Nedved, Veron, Simeone, Couto, Salas.

Baca juga klub masa muda del piero : 

Ternyata AC Padova Pernah Dihuni Para Pemain Hebat

Nah hasil yang membuat para Juvntini menjadi sedih dan akan selalu terkenang, dimana gelar yang sudah di depan mata harus jatuh ke tangan ibu kota. Lazio dan Nedved nya mencatat sejarah setelah menjadi kampium di pekan terakhir. Berikut susunan pemain kedua klub : 

Perugia (3-4-1-2): Mazzantini 7, Bisoli 7, Calori 7.5, Materazzi 7, Esposito 7, Tedesco 7, Olive 7, Milanese 6.5, Alenitchev 6.5 (18' st Sogliano 5.5), Amoruso 7 (32' st Melli .), Rapajc 7 (42' st Campolo.). 
Cadangan : (30 Sterchele, 14 Hilario, 26 Cappioli, 16 Dani). Allenatore Mazzone 7.

Juventus (3-4-1-2): Van der Sar 5, Ferrara 6.5, Montero 7, Iuliano 6, Conte 5.5 (29' st Esnaider ), Tacchinardi 6 (13' st Kovacevic ), Davids 7, Pessotto 5.5 (20' st Zambrotta ), Zidane 6.5, Del Piero 6, Inzaghi 5. 
Cadangan : (12 Rampulla, 15 Birindelli, 3 Mirkovic, 5 Oliseh). Allenatore Ancelotti 5.5.


Back To Top