Habib Syech Yang Selalu Menjadi Motivasi Dalam Hidupku

Advertisement
FASTER86.COM Sosok ulama yang satu ini memang telah menjadi bagian dari ulama yang menjunjung tradisi Nahdlatul Ulama, dimana dari banyaknya gempuran aliran dan faham baru yang mengatasnamakan Islam, beliau selalu mengajak kepada umat Islam agar jangan mudah terpecah dan marilah rapatkan barisan dalam menjaga ajaran para wali, ajaran para ulama melalui Ahlussunah Wal Jamaah Nahdlatul Ulama.

Habib Syech bukan saja menjadi Ulama yang dihormati, tetapi beliau telah megajarkan kepada kita pentingnya memupuk iman dan kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, adalah motivasi dalam hidupku.


Setiap mendengar Sholawat dari beliau, hati ini seolah bergetar, betapa rindu kami kepada sosok Nabi, dan berkat motivasi dari beliau, semangat untuk menjadikan hidup yang lebih bermanfaat selalu ada. 

" Untu reget sikatono, ati reget sholawatono " atau dalam bahasa Indonesia yang berarti Gigi kotor sikatlah, dan hati kotor bersholawatlah. Mungkin ini hanya beberapa kata, namun jika kita kupas lebih mendalam maknanya, maka dalam hati kita pasti akan tersentak, begitu dalam maknanya.

Pepatah itu sering beliau haturkan dalam majlis sholawatnya, mengingatkan pentingnya bersholawat kepada Nabi. Hati yang kotor ini adalah sarang berbagai macam penyakit, penyakit iri, dengki dan membicarakan keburukan orang bersal dari hati kita.

Jika tidak kita bersihkan, maka akan membuat kita menjadi manusia yang mudah goyah imanya dan mudah menghakimi orang lain. Bersihkanlah sifat iri, dengki yang ada di dalam hati, bersholawatlah, maka sedikit demi sedikit penyakit hati ini akan sirna.

Bersholawat pulalah yang akan menjadikan kita menjadi manusia yang  berakhlak mulia, bermental sehat dan berjiwa Islami. Sholawat pula lah yang akan menjadikan kita kelak di akhirat bisa mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW.

Setiap apa yang beliau ucapkan, akan menjadi motivasi bagi diri penulis maupun jamaahnya, setiap yang diucapkan pasti akan megandung kebaikan. Salah satu contohnya adalah " manut romo Kyai dan para ulama "

Seiring banyaknya orang pintar baru, jika kita tidak bisa menyaring apa yang mereka sampaikan, bisa bisa kita terjerumus pada hal hal yang melenceng. Habib Syech selalu berpesan " manuto para Ulama NU " wes ngono ae.

Apa maksud dari perkataan beliau, bahwa jika kita menurut pada Romo Kyai, maka kita tak akan terjerumus dalam hal hal yang kurang berkenan dan tidak pas. Para Ulama khususnya ulama NU ini mengajarkan kepada kita betapa Islam itu Rahmatallil 'alamin. Dan para ulama itu pula sudah paham dan menguasai ilmu, jadi kita jangan takut.

Dalam hidup kita, jika kita tidak bekali dengan iman, maka jangan harap akan ada hari esok yang lebih baik, bangun pagi dan sholat subuh di masjid, maka kamu akan mendaptkan ketenangan. Sekian dari penulis, kurang lebihnya mohon maaf,,,,

Tag : TRADISI JAWA
Back To Top