Timnas Italia : Kiper Terbaik Selalu Muncul Tiap Musimnya

Advertisement
FASTER86.COM Italia sudah bisa dikatakan menjadi empunya sepekbola, dengan jumlah gelar 4 kali piala dunia, rasanya hal yang mustahil jika kita tidak menjadikan Italia sebagai acuan buat kita. Dengan Liga yang merupakan terbaik di dunia, Italia selalu mewarisi tradisi di setiap lininya. Salah satu tradisi itu adalah kiper yang mumpuni dan kualitas no 1 di dunia. Era sepakbola modern, posisi kiper ini bukan menjadi hanya sebagai pelengkap, tetapi posisi kiper sudah menjadi favorit dan idola.

Seperti di awal tadi, kalau Italia selalu menelurkan tradisi di setiap musimnya, kali ini kita akan membahas mengenai kedigdayaan kiper kiper Timnas Italia. Italia memang terkenal akan kekuatan lini belakangnya, salah satunya adalah di posisi kiper. Ada banyak kiper di Timnas Italia yang menjelma menjadi idola. Ketika kita berbicara di era 80an, maka kiper Juventus yaitu Dino Zoffadalah orang yang bisa kita sebut.


Ketika era 90an, Italia menelurkan kiper kiper terbaiknya, bahkan hampir setiap tim Italia memiliki kiper terbaik dan menjadi langganan timnas Italia. Ada Buffon di Parma, Peruzzi di Juventus, Pagliuca di Inter Milan, Sebastiano Rossi di AC Milan, dan Francesco Toldo di Fiorentina. Kiper kiper ini semuanya berlabel internasional dan memiliki jam terbang yang tinggi.

Nah kali ini kita akan membahas antara Buffon dengan sang seniornya yaitu Gianluca Pagliuca, dua sosok kiper yang memiliki wajah ganteng bak aktor layar lebar. Selain ganteng, para kiper ini juga merupakan kiper kualitas no 1, mampu menjadi tembok terakhir di pertahanan tim.

Gianluca Pagliuca, kiper yang mengawal Timnas Italia kala Piala dunia 98 ini adalah sosok kiper yang sempurna, wajah ganteng plus kemampuan diatas rata rata kiper yang lain. Ketika era sepakbola Liga Italia 90an, sosok Pagliuca ini menjadi momok bagi para striker lawan, refleks serta kecermelangan dan reaksi membuatnya menjadi pilihan utama bagi tim. 

Pagliuca mengawali kariernya di Sampdoria, dengan jumlah caps sebanyak 198 dalam 7 musim, antara 1987 - 1994, Pagliuca menjadi generasi emas Sampdoria selain Vialli dan Mancini. Pagliuca mampu tampil onsisten dan membuat Sampdoria menjadi tim yang ditakuti. Karena kecermelanganya, pada tahun 1994, Inter Milan menampungya dan di Inter inilah puncak kejayaanya, dan mampu menggusur Angelo Peruzzi di Timnas Italia. Selama di Inter, Pagliuca bermain sebanyak 165 kali dalam 5 Musim.

Kecermelangan Pagliuca harus terhenti, karena Inter merekrut kiper Fiorentina yang mampu membawa Italia di EURO 2000 yaitu Toldo. Dan berlabuhlah sang pemain ke Bologna, disini ia menjadi kapten dan bermain sebanyak 248 hingga tahun 2006. Setelah di Bologna sebelum pensiun, sang pemain bermain untuk Ascoli pada musim 2006 - 2007. Pria bertinggi badan 1,9 m ini lahir di Bologna pada 18 Desember 1966  dan membuat harum Italia. 

Gianluigi Buffon, kiper fenomenal Juventus ini adalah saksi bagaimana kehebatan Juventus. Selama bermain untuk Juventus, doi pernah merasakan 10 kali gelar Serie A, dan mampu mencetak rekor sebagai pemain dengan jumlah clean sheet terbanyak di Serie A.

Buffon dan Pagliuca adalah sahabat sekaligus Buffon mengaggap Pagliuca sebagai kakak dalam segala urusan. Ketika di Timnas Italia, tak segan Buffon meminta petuah atau petunjuk kepada seniornya tersebut. " Sungguh menyenangkan, bisa bermain bersama kiper terbaik dunia ( Pagliuca ) " ujar Buffon.

Buffon selalu memuji apa yang Pagliuca lakukan, dan selama bersam di Timasn Italia, Pagliuca selalu mengajari Buffon bagaimana menjadi kiper yang baik itu. Kecermelangan Buffon akhirnya mampu menggeser karier sang senior di Timnas, dan sampai sekarang pemilik no 77 di Parma ini masih menjadi tumpuan dan harapan timnas Italia dan Juventus.

Baca juga : 

Pemain Juventus Menjadi Primadona Di Bursa Transfer Tahun Ini

Buffon lahir di Carrara 28 Januari 1978 ini adalh sosok penting keberhasilan Juventus dan Timnas Italia. Melalui aksi aksinya, jala Italia dan Juventus menjadi nyaman. Buffon adalah pemimpin di lapangan dan mampu menjadikan Juventus menjadi klub terbaik dan ditakuti. Buffon adalah pesona dalam sepakbola Eropa khususnya Italia.

So kita tunggu aksi Buffon selanjutnya di EURO 2016 Perancis mendatang, tentu kita berharap agar sang pemain menjadi yang terbaik, mampu mengawal jala Italia layaknya ia menjaga gawang Juventus. Buffon adalah panutan bagi para pemain, jadi tak heran kalau Conte mempercayakan ban kapten kepadanya. Forza Italia,,,Forza Juve....Finno alla finne........
Tag : Galeri Euro
Back To Top