20 Mei 1998 Adalah Hari Yang Sangat Haru Dan Membuat Menangis

Advertisement
FASTER86.COM  20 Mei adalah hari kebangkitan nasional bagi bangsa Indonesia, tapi tidak pada Juventini. Karena pada tanggal itu, tepatnya 20 Mei 1998 adalah Juve berhasil menmbus Final Liga Champions yang ketiga berturut turut. Ini adalah misi dimana tahun lalu kalah dari Dortmund. Tahun 98 pula menjadi tahun bagi Ale, karena saat itu talentanya baru menanjak dan terasah.

Amsterdam Arena menjadi saksi bagaimana Juventus harus menelan pil pahit, kalah dengan skor yang tipis 1 - 0. Hal inilah yang membuat para Juventini menjadi bersedih, mengingat ini adalah final yang ketiga berturut turut bagi si nyonya tua.


Partai final yang dipimpin wasit Helmut Kurg dari Jerman ini dihiasi para bintang, dimana Marcello Lippi dengan Juventusnya menampilkan skuad terbaiknya dengan pola 4 - 3 - 2 -1 dengan duet Del Pippo sebagai ujung tombaknya dan Zidane sebagai Triquartistanya. 

Dan partai final yang klasik ini Madrid menurunkan skuad terbaiknya dengan pola yang sama, duet Mijatovic Morientes ditopang Raul di belakangnya. Pertandingan yang disaksikan oleh sekitar 48.500 penonton ini menjadi partai bergengsi di Eropa. 

Final yang sangat mengagumkan kala itu, Madrid dengan para pemain mudanya, sama halnya Juventus dengan para talenta mudanya. Pertandingan berlangsung, saling menyerang antara keduanya. Terjadi friksi friksi yang membuat pertandingan makin meningkat temponya. Zidane melakukan tendangan bebas, hampir saja menjebol gawang Ilgner.

Madrid balik menyerang, namun tendangan Morients masih melebar di samping gawang Peruzzi. Juve balik kendali, hampir saja Inzaghi menjebol gawang Madrid, namun sekali lagi Ilgner berhasil menepis tendangan voli Inzaghi. 

Tragedi terjadi di menit ke 67, Madrid mengadakan serangan balik, dan Mijatovic berhasil mencetak gol. Bergetarlah jala Peruzzi, skor 1 - 0. Tempo makin tinggi, serangan Juventus hanya mentah di kaki Sanchiz dan Hierro. Peluit dibunyikan dan pertandingan berakhir, Madrid berhasil menjuarai Champions untuk ke 7 kalinya.

Ini adalah momen yang sangat haru bagi Juventini, karena untuk kedua kalinya dalam 3 finalnya, Juve harus kalah. Nah buat Juventini yang kala itu masih unyu unyu, berikut sedikit video final klasik Madrid Juve tahun 98. 


Nah final inilah yang membuat Ale sangat bersedih dan tentu Juventini dimana saja. So meskipun hari ini 20 mei adalah hari yang membuat Juventini bersdih, tetapi jadikan ini sebagai motivasi buat kita untuk lebih baik lagi. Dan buat Juventus semoga menang di final Coppa Italia Minggu ini..Forza Juve,,,,Finno Alla Finne.............Semangat dan senyum untuk hari ini,,,,,,viva juve........

Back To Top