Sholawat adalah kunci keberkahan dan keindahan hidup

Advertisement

Sholawat adalah kunci keberkahan dan keindahan hidup

Sholawat adalah salah satu obat penyejuk hati kita, sholawat adalah keindahan yang ada di muka bumi ini. Banyak ulama dan sesepuh NU mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersholawat ke atas nabi dimanapun dan kapan pun. Beruntung kita punya mbah kiyai dan para ulama yang menuntun kita untuk tetap bersholawat, meskipun banyak dari golongan yang berseberangan dengan kita membid'ahkan sholawat. Sholawat sekarang sudah menjadi kebutuhan hati setiap umat Islam. Beruntung saya lahir sebagai umat Islam dan beruntung saya pernah belajar pada guru guru yang notabene berbasis NU atau Nahdlatul Ulama. Memang seiring perkembangan zaman yang semakin parah, apalagi dengan adanya dunia teknologi yang semakin menghkhawatirkan ini, kita dituntut untuk menjadi manusia yang lebih arif, bijaksana dan tentunya menjadi pribadi muslim yang taat.

Keberkahan akan kita dapat, jika kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tentunya dengan kita bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini, sholawat adalah kunci setelah kita melaksanakan Rukun Islam dan Rukun Iman kita. Amalan sholawat ini mungkin ada yang kontra, tetapi perlu kita fahami dengan bijaksana, bahwa sholawat adalah kunci untuk kita memuji Nabi Muhammad SAW. Karena hanya syafaatnya lah yang bisa menyelamatkan kita di yaumul akhir selain amal kita.


Sholawat adalah suatu hal yang sangat dianjurkan oleh beberapa ulama yang sefaham dengan ajaran kita yaitu ahlussunah waljamaah. Dengan sholawat rumah tangga kita akan jadi ayem tentrem dan tentunya dapat membuat seluruh indonesia menjadi aman damai dan tentram.Sholawat hendaknya kita ajarkan mulai dari anak anak kita sejak dini. Banyak amalan yang para mbah kyai ajarkan, tentunya semua itu ada manfaat dan keberkahan. Sholawat itu adalah kunci kita untuk dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Apa kalian yang katanya cinta nabi, tetapi tidak pernah bersholawat bisa dikatakan cinta nabi ? 

Jika kita bisa melaksanakan amalan amalan sholawat, maka keberkahan akan lebih dekat  kepada kita. Jika kita umat islam yang berbudi luhur serta yang cinta kepada nabi, mulai dari sekarang biasakan setiap hari bersholawat kepada nabi. Setelah sholat, perbanyaklah dzikir dan membaca sholawat. Dzikir dan sholawat adalah satu paket yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari hari. Misal saat kita berkendara bacalah sholawat, dalam perjalanan itu jiwa terasa damai tenang dan hati jadi adem. 

Beruntung kita memiliki Al Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, berkat beliau, sekarang sholawat lebih menggema dan tentu lebih bisa kita amalkan. Habib syech dalam setiap majlis sholawatnya selalu berpesan, agar kita senantiasa menjadi manusia yang lebih bertaqwa dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Tak lupa beliau selelu berpesan, ikutilah ajaran para kiyai kita, para ulama kita, para habaib kita. 

Jangan malu kita dikatakan gak gaul karena yang ada di hp lagu lagu sholawat, mungkin mereka mereka tidak tahu apa yang terkandung dalam sholawat itu. Mereka tidak faham apa isi dari sholawat itu. Anak model zaman sekarang memang sukanya nyleneh, dan kadang kurang pas buat budaya kita sebagi umat islam. Jika tidak dimulai dari sekarang, sholawat bisa menjadi sebuah catatan yang hanay ada pada zaman dahulu.

Hiasilah harimu dengan hal hal yang baik, banyak berdoa dan sholawat akan membuat anda menjadi pribadi yang lebih sabar, tidak ngamukan dan lebih faham bagaimana kita seharusnya menjadi muslim itu. Keberkahan sholawat dapat kita raih, jika amalan sholawat itu rutin kita laksanakan setiap harinya. Amalan yang ikhlas akan menjadikan kita menjadi manusia yang baik dan semoga menjadi manusia pilihan Allah SWT dan kita digolonkan ke dalam golongan yang kelak mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW. Jangan mengaku cinta kepada nabi tetapi ,membid'ahkan sholawat. Jangan pernah meminta syafaat nabi, jika anda melarang sholawat, jangan pernah anda merindukan nabi jika anda benci sholawat.......

Tag : TRADISI JAWA
Back To Top