Mengenang masa kejayaan juventus saat juara liga champions 1996

Advertisement

Mengenang masa kejayaan juventus saat juara liga champions 1996

Sebagai salah satu penggemar si nyonya tua atau juventus, saya sangat menyesal pada saat itu belum paham dan mengerti tentang sepak bola. Yap memang, karena saat itu, duniaku masih dihiasi dengan mainan anak anak, dan belum tahu tentang siapa ada apa yang terjadi dengan dunia sepakbola saat itu. Memang sungguh menyesal, tidak bisa melihat tim kesayangan menjuarai kejuaraan yang sangat bergengsi bagi klub klub eropa itu. Adakah juventini yang sudah lihat langsung final cahampions saat itu ? Beruntung bagi anda yang sudah menyaksikan kejayaan si nyonya tua di kejuaraan akbar tersebut. Ya mungkin buat yang belum lahir atau belum tahu, apa yang terjadi saat itu, sedikit saya akan berbagi mengenai kejayaan klub kesayanganku pada zaman itu. 


Juventus dan Serie A
Juventus adalah klub besar yang berada di kota torino atau turin. Sebuah kota industri di italia ini memang menjadi basis sepakbola dunia, karena keberadaan si nyonya tua atau juventus. Klub dengan baju garis strip hitam putih ini adalah pemilik juara terbanyak serie a italia. Klub dengan dana tak terbatas ini memang bisa saja membeli banyak pemain handal, tetapi demi negara italia, klub ini lebih memilih membina pemain lokal saja. Kita lihat skuad italia juara dunia, ada berapa pemain juve saat itu ? Ada sang maestro Alessandro Del Piero, Fabio Grosso, Buffon, Chiellini dan masih banyak lagi. Yap Juventus adalah klub besar dengan banyak inovasi. Saat semua tim italia masih menyewa pada pihak pemerintah, juventus lain dari yang lain, juve membangun stadion sendiri dengan gaya modern. Ya J stadium atau juventus stadium ini adalah markas klub dengan fasilitas kelas dunia. 

Juventus dan Liga Champions
Juventus adalah klub terbaik di dunia, meskipun baru 2 kali mencicipi juara champions, tetapi baru juventus yang 3 kali berturut turut masuk ke final champions. Mulai musim 96 dengan menjuarainya, 97 harus mengakui keunggulan dortmund dan yang sangat membuat saya sedih adalah ketika si nyonya tua kalah 1-0 dari madrid lewat gol yang dicetak mijatovic. Hati jadi hancur brewwwwww.

Kegagalan demi kegagalan adalah ha biasa dalam dunia sepakbola. Moga di tahun ini juve masuk final lagi, dan italia bisa bangga dengan juventus. Ok sekarang mengingat ke fase saat juve juara champions tahun 1996. Buat anda yang saat itu bisa mnyaksikan langsung pasti akan bangga dengan saat itu, bisa cerita mengenai kemegahan pesta juventus. Berikut beberapa pemain kunci juventus saat menjuarai liga champions 1996 ;

1. Angelo Peruzzi
Yap si monster mistar gawang ini adalah sosok pemain yang handal di bawah mistar gawang. Pemain bertubuh besar ini memilki refleks yang sangat luar biasa. Mampu menghalau setiap terjangan pemain lawan yang ingin membobol gawang juventus. Angelo peruzzi saat itu adalah kiper utama timnas italia.

2. Ciro Ferrara
Yap bek bertubuh jangkung ini adalah tipe pekerja keras, pada saat final liga champions saat itu, si doi mampu menghadang pergerakan striker ajak yang saat itu masih diperkuat jari litmanen dan kanu. Si doi berhasil mengunci pergerakan dua striker tersebut.

3. Didier Deschamps
Doi adalah seorang gelandang handal yang mampu menjadikan lini tengah juventus menjadi lebih garang dan mampu mengendalikan lini tengah juventus saat itu. Deschamps yang juga kapten timnas prancis ini, bisa memberikan umpan umpan yang matang ke tro juventus yang saat itu dihuni anak ajaib del piero, ravanelli, dan si plontos vialli. Trio maut juve ini memang top deh.

4. Ravanelli
Si rambut putih ini memang sosok striker yang haus gol, mampu membagi ke kawan dan mampu menyerang sendiri. Sosok striker ideal saat itu. Dengan ciri rambut putih yang saat itu jadi tern, ravanelli mengubah gaya permainan juventus. Mampu menususk pertahanan ajax yang saat itu masih dijaga van der sar. 

5. Alessandro Del Piero
Sosok pemain yang satu inilah yang bisa membuatku cinta kepada Juventus. Sosok pemimpin sejati bagi tim tak akan ada yang  bisa menggantikan kesetiaan serta kepemimpinan doi ini. Pada laga final itu, si doi lag berumur 20 tahun. Dengan umur yang masih segitu, doi mampu menggusur no 10 juventus sebelumnya yaitu Baggio. Del piero adalah striker top saat itu. Pada laga final itu, doi mainya keren, saya lihat tayangannya, wuih ajeep bener si doi itu mengocek si kulit bundar. Del piero mampu mengatur ritme permainan juventus. 

Yap dengan perpaduan pemain muda dan pemain senior itu, juve mejadi juara champions. Apakah tahun ini juve mampu menjadi juara champions lagi ? Semoga, apa yang saya harapka dan para juventini ini tentu bisa menjadi motivasi buat kita untuk tetap mendukung juve. Juve adalah klub besar dengan tradisi juara.
Tag : SEPAK BOLA
Back To Top