Hal yang tak terlupakan dari king alex bersama juventus

Advertisement

Hal yang tak terlupakan dari king alex bersama juventus

Del piero atau Alessandro Del Piero adalah pemain terbaik yang pernah dimilki oleh tim Juventus. Banyak gelar dipersembahkan oleh king Alex ( sapaan Del piero ) ini ke klub yang bermarkas di stadion Delle alpi ( red jaman dulu ) atau sekarang J Stadium ini. Del piero adalah maskot, lambang sebuah pahlawan bagi klub tersebut. Susah senang di jalani king alex bersama juventus. Del Piero adalah sosok pemimpin sejati bagi rekan rekanya, saat ia berada di lapangan, dia mampu meredam emosi teman temanya, saat berada di luar lapangan, doi merupakan sahabat yang baik bagi semua. Tak salah jika para juventini merasa banyak yang mengidolakan del piero ini. Nah berikut beberapa momen yang tak terlupakan yang pernah dialami king alex bersama juventus dan timnas italia 

1. Transfer Del piero dari padova ke juventus 
Tepat pada tanggal 28 Juni 1993, ia menandatangani kontrak pertamanya bersama raksasa Serie A Juventus. Sebuah awal dimana sejarah panjang ini dimulai. Saat penanda tanganan itu, Boniperti hadir sambil memberikan jabatan tangan selamat datang ke rumah barunya, Juventus.

Saat itu, del piero adalah talenta muda italia, yang menjadi sorotan beberapa media italia. Pemain padova itu menjadi sorotan, karena kemampuan tendangan serta dribling yang mumpuni plus kepiawaianya melakukan eksekusi tendangan bebas membuat ia tidak bisa berpaling lagi dari Juventus. Saat itu del piero pernah mengatakan : " Juventus adalah tim hebat, tim yang tangguh, dan saya berharap dapat mempersembahkan yang terbaik buat Juventus "

2. Kemampuan Del Piero membawa juve juara liga champions


Tahun 1995 - 1996 adalah tahun terbaiak bagi si nyonya tua dan del piero. Tahun inilah juventus berhasil menguasai eropa dan dunia. Talenta hebat del piero berhasil dipoles oleh marcello lippi yang saat itu masih menjadi pelatih nyonya tua. Berkat kecermelangan del piero inilah juve merasakan momen yang sangat manis. Del piero saat itu menjelma menjadi pemain dengan talenta luar biasa, dia mampu menggiring bola dengan kecepatan larinya, mampu mengobrak abrik pertahanan lawan. Tipikal pemain dengan no punggung 10 pada dunia sepakbola.

Bersama rekan rekan setimnya, del piero mampu menjadikan juventus layak untuk di abadikan menjadi klub dengan prestasi yang luar biasa. Berkat kerjasamanya dengan ravanelli, padovano, vialli, deschamps, juve mampu merajai eropa.

Pada liga champions itu ( final lawan ajax ) Juventus mengalahkan klub Belanda, Ajax Amsterdam di pertandingan final melalui drama adu penalty. Meski tak tampil sebagai algojo penalty, namun penampilannya selama 90 menit plus 30 menit extra time membuat perannya bagi tim sangat vital kala itu. La Vecchia Signora menyudahi perlawanan Ajax dengan skor 4-2.

2. King Alex menjadi pahlawan kemenangan Juventus di Intercontinental Cup


Kejuaaraan Intercontinental Cup adalah ajang bertemunya juara eropa dan juara copa libertadores atau liga antar negara amerika selatan. Kejuaraan yang menjadi cikal bakal berdirinya kejuaraan dunia antar klub ini menjadi momen yang mengesankan bagi king alex. Saat itu Ale menjadi pahlawan ketika Juara Liga Champions Eropa bentrok dengan Juara Copa Libertadores, River Plate di kota Tokyo, Jepang. Melalui gol tunggalnya di menit 81, ia berhasil mengantar Juve membawa pulang trofi Piala Dunia Antar Klub.

Selain menjadi pencetak go tunggal juve, del piero juga meraih MVP atau Most Vavourite Player alias pemain terbaik kejuaraan akbar tersebut. Ini adalah awal yang manis bagi sosok king alex dalam karier sepakbolanya. 

3. Menjadi Pencetak Gol Tercepat Liga Champions Sepanjang Sejarah
Kejadian ini berlangsung pada tanggal 1 Oktober 1997. Saat itu Juventus bertempur melawan raksasa Inggris, Manchester United. Kick-off baru berjalan 20 detik, Del Piero sudah membobol gawang Si Setan Merah. Gol itu kemudian menjadi gol tercepat Liga Champions sepanjang sejarah. Sebelum Ale, pemegang rekor gol tercepat dicetak oleh penyerang Panathinaikos, Alexandros Alexoudis. Namanya agak mirip sama Alessandro Del Piero, cuma dia lebih ribet penyebutannya.

Bahkan saat itu, bos besar manchester united ( alex ferguson ) mengatakan bahwa " Ale adalah pemain hebat, dan manchester menginginkan pemain seperti itu ". Tetapi ale tidak bergeming dengan keinginan bos besar MU tersebut. Sampai akhir musim, Del Piero tetap setia bersama si nyonya tua Juventus.


4. Cedera Panjang dan Fitnah yang Menimpanya (1998/1999)
Pada lanjutan Serie A giornata 8 musim 1998/1999, Bianconeri ORI (Juventus) bersua dengan Bianconeri KW Thailand (Udinese). Menjelang akhir pertandingan, Ale menderita cedera pada lutut kirinya. Kejadian ini berlangsung tepat 1 hari menjelang hari ulang tahunnya yang ke-24. Hasil pemeriksaan medis memutuskan bahwa Ale harus istirahat hingga akhir musim. Kabar itu adalah pukulan telak bagi Ale, sebab karirnya tengah menanjak saat itu dan ia adalah salah 1 kandidat kuat peraih Ballon d’Or, belum lagi saat itu masih di awal musim (giornata 8). Perjalanan liga seharusnya masih panjang, namun sayang Ale harus menutup mimpinya untuk berlaga di musim itu. Ale harus dirawat di meja medis kurang lebih satu tahun.

Kejadian yang membuat para petinggi juve jadi geram, saat itu saya pun ikut geram. Saya menyaksikan langsung di rcti, dimana saat itu del piero beraksi dari sisi kanan pertahanan lawan udinese. Tiba tiba pemain udinese mentakle ale dari samping, ale terjatuh dan merasakan sakit yang mendalam. Kejadian itu membuat semua juventini merasa gelisah, bahkan petinggi juventus bergerak cepat dengan melakukan transfer terhadap Thierry Henry yang saat itu baru menanjak kariernya bersama timnas maupun monaco. Tetapi ekspektasi yang berlebihan dari para petinggi ini, membuat karier henry kurang cemerlang bersama nyonya tua.

5. Kegagalan Ale membawa Italia juara eropa tahun 2000


Piala eropa tahun 2000 adalah awal kebangkitan alex bersama timnas italia. Dimana saat itu, italia bermain di puncak final euro 2000 belanda - belgia. Saat itu italia tanpa diunggulkan mengalahkan belanda di semifinal dengan adu pinalti, dimana saat itu francesco toldo berhasil menepis 2 tendangan pemain belanda. 

Pada partai final yang berlangsung di amsterdam arena, italia menurunkan striker tunggal yaitu delvechio, dan pertandingan baru berjalan sekitar 15 menitan, bek kiri italia yaitu pessoto ( juga bek juventus ) berhasil merangsek ke depan, lalu melepas umpan ke delvechio dan jadilah gooool untuk italia.

Nahas tak bisa dipungkiri, menjelang detik detik akhir pertandingan, francesco toldo cedera pada hidung karena terkena kaki terzeguet. Keluarlah darah pada pemain fiorentina tersebut. Tak bisa dipungkiri, mungkin karena itu, mistik toldo pun jadi hilang. Pertandingan tinggal menyisakan beberapa detik, silvain wiltord berhasil masuk ke sisi tengah, lalu melakukan tendangan, dan bergetarlah jala gawang toldo. 1 - 1 memaksa pertandingan ke extra time.

Pada saat ektra time inilah, Del Piero nyaris membuat seluruh stadion bergemuruh, sayang tendangan king alex masih pelan, masih bisa ditepis oleh kiper timnas prancis Fabian Barthez. Nah prancis berhasil menyerang balik italia, saat pertandingan tinggal menyisakan beberapa menit, david trezeguet berhasil mencetak gol fenomenal, dan italia pun harus puas sebagi runner up euro 2000. Hal yang membuat king alex menyesal akan hal itu.

6. Momen Italia juara dunia 2006


Ini adalah puncak kejayaan king alex, juara dunia bersama timns italia. Pada laga semifinal, ale berhasil mengecoh gawang kiper jerman jens lehman, italia pun berhasil menang dan lolos ke semifinal. Pada laga final, italia ketinggalan berkat gol zidane, lalu berhasil disamakan oleh materazzi. Pertandingan berlamgsung sengit, dan harus dilanjutkan pada babak adu pinalti. Sang maestro berhasil mencetak gol pada laga adu pinalti ini. Italia juara dunia untuk keempat kalinya. Hal yang menambah gelar pribadi alex bersama timnas italia. 

7. Momen saat Del piero berjuang di seri B bersama Juventus
Ini adalah bukti kesetiaan king alex bersama juventus. Pada musim 2006 - 2007  inilah ale berhasil menjadi top skorer liga italia seri b, dan membawa juve ke liga serie A italia. Alex menjadi top skor dengan torehan 20 golnya. Musim ini adalah musim yang bikin hati para juventini jadi miris.
Setelah diselidiki, ternyata apa yang dialami juventus ini karena ulah si ilermerda yang bikin huru hara. Denagn maksud ingin juara, tetapi tidak bisa, si ilermerda bikin kasus dan menjatuhkan tim impian para juventini terdegradasi. Tapi hal itu tidak membuat kesetiaan para pemain juventus luntur, Buffon, Nedved, De Ceglie, Zebina, Treaeguet dan king Alex tetap bersama si Nyonya tua.

8. Kenangan saat King Alex mendapat aplaus dari seluruh santiago bernabeu


Kejadian ini berlangsung pada tanggal 5 November 2009 di kandang Real Madrid, Santiago Bernebeau. Kala itu Juventus menang dengan skor 2-0 dimana kedua gol Juventus diborong oleh Ale. Pada babak kedua, Ale ditarik keluar dan saat itu terjadi kejadian yang super langkah di stadion ini, yaitu seluruh pendukung Real Madrid melakukan standing ovation kepada Ale.

Kiper Real Madrid, Iker Cassillas mengaku heran sekaligus takjub terhadap Ale,
“Ini pertama kalinya saya melihat pendukung kami melakukan Standing Ovation kepada pemain lawan!”, katanya.

Beberapa waktu yang lalu, Ale pun sempat mengenang kejadian fenomenal ini :
“Dari semua hal yang pernah saya alami, ada dua momen yang tak terlupakan. Pertama, penghormatan fans di laga terakhir saya bersama Juventus. Kedua, tepuk tangan di Bernabeu pada 2008. Bagi saya dua hal itu seperti memenangkan pernghargaan individu”, tutur Del Piero.
Hmm… saya bingung harus memulai dari mana paragraf ini. Terkadang ada luapan emosi dan keharuan yang luar biasa dalam hati saya kala mengingat kejadian ini. Mengingat bagaimana Ale mencetak gol terakhirnya untuk Juve malam itu, saat ia digantikan di babak ke dua, matanya yang berkaca-kaca, serta selebrasi Scudetto di akhir laga.

9. Momen saat perpisahan dengan para fans juventus di J stadium


Momen yang paling mengharukan adalah saat partai perpisahan king alex dengan juventus di J stadium Semua penonton berdiri mengapresiasi penampilan alex dan berterima kasih atas apa yang telah king alex berikan kepada Juventus. Seisi stadion jadi bergemuruh dengan tepuk tangan dan linangan air mata. King alex pergi untuk kembali,,,,,

Semoga apa yang saya sajikan dapat menambah kecintaan juventini kepada juventus. Tetap semangat, jaga kekompakan dan salam Finno alle finne,,,,semoga apa yang jadi tujuan juventus bisa terlaksana.........forza ale dan forza juve......

Tag : SEPAK BOLA
Back To Top