Syekhermania,Antara Hubungan Dengan Alloh Dan Manusia

Advertisement

Syekhermania,Dimana Berada Selalu Berguna (Ajib)


Ya ibarat sebuah pohon,manusia itu harus menjadi seperti pohon kelapa,kenapa? Karena setiap bagian daripohon kelapa mempunyai fungsi dan kegunaan masing masing,tidak ada bagian dari pohon kelapa yang tidak berguna,kita mulai dari batangya,batangnya bisa digunakan sebagai bahan baku membuat rumah,daunnya bisa untuk membuat ketupat,lidinya untuk membuat sapu. nah bagaimana?berfungsika.....Lalu apakah kita sudah bisa seperti pohon kelapa? Semoga sudah,,,Ya sebagai Syekhermania,Pecinta Sholawat kepada Rosulalloh,hendaknya kita bisa menerapkan filosofi pohon kelapa,yang semuanya berfungsi. Untuk itu pula kita juga harus berfungsi di masyarakat pada umunya dan negara pada khususnya. Kita pasti selalu ingat apa yang disampaikan beliau Habib Syech Bin abdul Qodir Assegaf  bahwa manusia itu harus selalu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Apa yang disampaikan beliau sama seperti cerita di bawah ini ;
Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yg bening & besar di atas meja. Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi.
Beliau bertanya: "Sudah penuh?"
Audiens menjawab: "Sdh penuh".
Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya & memasukkan nya ke dlm topless tadi. Kelereng mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: "Sdh penuh?"
Audiens mjwb: "Sdh penuh".

Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dlm topless yg sama. Pasir pun mengisi sela2 bola & kelereng hingga tdk bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg ke dalamnya. Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yg sdh penuh dgn bola, kelereng & pasir itu.
Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Masing2 dari kita berbeda ukuran toplesnya:
Bola tenis adalah hal2 besar dlm hidup kita, yakni tanggung-jawab thdp Tuhan, orang tua istri/suami, anak2, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.
  • Kelereng adalah hal2 yg penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.
  • Pasir adalah yg lain2 dlm hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.
  • Jika kita isi hidup kita dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tdk akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.
  • Jika kita isi dgn mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dr hal2 yg besar dan penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap.


Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap. Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali".

 Lalu sang guru bertanya: "Adakah di antara kalian yg mau bertanya?"
 Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.
 Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituangkan tadi .....?"

Sang guru besar menjawab sbg penutup: "Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa masih bisa disempurnakan dgn bersilaturahim sambil "minum kopi" ..... dgn tetangga, teman, sahabat yg hebat. Jgn lupa sahabat lama.

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ..... betapa indahnya hidup ini !

Semoga apa yang terkandung didalam cerita diatas menjadi teladan buat kita untuk bisa memaknai hidup ini.

Tag : TRADISI JAWA
Back To Top