TIPS MENJAGA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH

Advertisement

TIPS MENJAGA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH
Banyak hal yang menjadi penyebab gagalnya sebuah rumah tangga. Bentuk nyata kegagalan berumah tangga diantaranya perceraian yang merupakan bukti kegagalan yang paling fatal dalam berumah tangga; tingkat kegagalan berikutnya adalah ketidak harmonisan yang berlarut-larut dalam kehidupan rumah tangga; kegagalan dalam mendidik anak sehingga anak-anak menjadi kurang berbudi pekerti, arogan, suka berbuat onar, dan tidak menghormati orang tua, dan seterusnya masih banyak lagi yang termasuk dalam kriteria kegagalan berumah tangga.

Faktor penyebab kegagalan berumah tangga agak sulit saya sebutkan satu per-satu, sebab faktor penyebab yang satu terkadang berkaitan dengan faktor penyebab yang lainnya. Jadi dalam tulisan ini saya tidak akan membahas faktor penyebab kegagalan berumah tangga, tapi saya akan membahas bagaimana membangun rumah tangga bahagia dan harmonis.  Mudah-mudahan dengan menguraikan tips membangun rumah tangga yang bahagia dan harmonis secara tidak langsung Anda dapat mengambil kesimpulan bahwa di dalamnya mungkin akan terlihat faktor penyebab kegagalan tersebut.
Agar rumah tangga bahagia dan harmonis, beberapa hal yang harus diperhatikan dan harus dilakukan oleh setiap pasangan baru suami istri, sebagai berikut:
Harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru
Pasangan suami istri yang baru menikah dan sudah memulai hidup baru di rumah serta lingkungan baru mereka, artinya mereka sudah memasuki area lingkungan kehidupan yang baru dan mulai berpisah keluar dari lingkungan keluarga (orang tua) masing-masing tempat dimana mereka hidup sejak dilahirkan dan dibesarkan.  Di lingkungan orang tua masing-masing mereka hidup dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang memiliki perbedaan dalam segala hal,  pendidikan keluarga, sosial ekonomi, budaya, adat istiadat, tata tertib keluarga, pendidikan budi pekerti, dan lain sebagainya.
Perbedaan-perbedaan ternasuk kebiasaan-kebiasaan yang melekat pada diri mereka masing-masing tersebut sangat mempengaruhi kehidupan baru mereka. Untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan tersebut bukanlah hal yang mudah, memerlukan waktu yang cukup, memerlukan saling pengertian, kesabaran, sebab perbedaan-perbedaan tersebut kerap kali menjadi bahan konflik keluarga yang baru menikah.  Dalam situasi seperti itu terkadang mereka tidak mau mengubah kebiasaan-kebiasaan masing-masing sekalipun kebiasaan tersebut adalah kurang baik. Sebagai salah satu contoh, seorang suami yang sewaktu bersatu dengan orang tuanya mempunyai kebiasaan kurang baik seperti begadang sampai larut malam hura-hura bersama teman masih dilakukan, maka hal tersebut akan menjadi bahan konflik.
Sifat dan karakter masing-masing pasangan baru biasanya akan terkuak di masa adaptasi tersebut, sebab karakter jelek biasanya tersembunyi pada masa-masa perkenalan. Yang muncul saat-saat perkenalan biasanya rasa cinta..atau rasa.. sayang! Tapi pada masa beradaptasi di lingkungan baru karakter-karakter yang arogan, egois, sombong, tinggi hati, selingkuh, dll. biasanya mulai muncul ke permukaan.
Mampukah kedua pasangan melewati masa beradaptasi dengan mempersatukan perbedaan, dengan kata kunci saling mengerti? saling memahami? saling menyayangi?
Upayakan sebelum hadir buah hati lahir ke dunia..lewati masa adaptasi dengan manis! Jika mampu melewati masa beradaptasi yang merupakan tahap awal memasuki kehidupan baru, maka keberhasilan tersebut merupakan awal keberhasilan membina rumah tangga.
Harus ingat saat sang buah hati terlahir ke dunia
Ketika sang buah hati yang pertama lahir kedunia, situasi dalam rumah tangga akan mulai berbeda. Sebagai suami yang baik, saksikanlah saat-saat kritis sang istri sedang melahirkan agar Anda mengerti betapa istri Anda bertaruh nyawa untuk mengeluarkan jabang bayi!? Jangan sakiti istri Anda dikemudian hari.. ingatlah ketika dia melahirkan anak pertama Anda!
Tanggung jawab seorang suami sebagai kepala keluarga menjadi bertambah, harus melindungi anak dan istri. Sebagai seorang istri yang baik, sayangilah suami Anda yang bekerja keras melindungi keluarga, jangan sakiti dia. “Selingkuh” sebuah kata yang sangat berbahaya jika dilakukan, baik oleh suami maupun istri. Sakitnya diselingkuhi lebih sakit dari segalanya, sakit yang tidak berbekas tetapi takan terlupakan seumur hidup. Dan selingkuh merupakan salah satu penyebab hancurnya sebuah rumah tangga. Ingat itu..dan ingat buah hati yang menanti kasih sayang ayah bundanya.
Kerjasama yang baik dalam rumah tangga, komunikasi yang baik baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan konflik, segera menyelesaikan permasalahan dalam keseharian dengan disertai saling mengerti, saling menghargai, saling menyayangi merupakan kata kunci dari keberhasilan membangun rumah tangga bahagia dan harmonis. Dan masih banyak lagi hal-hal yang merupakan faktor keberhasilan dalam membangun rumah tangga bahagia dan harmonis.
Keberhasilan membangun rumah tangga bahagia dan harmonis akan berdampak positif pada perkembangan mental dan keluhuran budi pekerti anak-anak, sehingga kelak Anda akan menjadi seorang ayah dan ibu yang berwibawa, dihormati dan disayangi anak-anak dan keluarga.
Itulah tips membangun rumah tangga bahagia dan harmonis yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat
Back To Top